groboganupdate.com - Disekitaran bundaran simpang lima Purwodadi nampak beberapa orang tengah memasang terpal penutup berwarna putih. Hal ini dilakukan karena proyek revitalisasi simpang lima Purwodadi akan segera dilaksanakan.
Warga yang biasa beraktifitas seperti joging atau jalan-jalan sore disekitar lokasi sempat kaget dengan adanya penutupan ini. Biasanya, kawasan simpang lima Purwodadi setiap sore selalu ramai oleh masyarakat yang hendak berolahraga. Ada yang joging, bermain voli dan sepak bola atau hanya sekedar jalan-jalan.
“Ndak tahu, tadinya mau joging pas sampai sini malah ditutup,” keluh Rinda, yang terlihat terlanjur mengenakan sepatu joging serta kaos olahraga.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah pekerja masih terlihat memasang terpal putih yang dikaitkan dengan tiang bambu. Terpal yang menutup bundaran simpang lima itu tingginya sekitar 2 meter.
Untuk pintu masuk bundaran dari sisi barat, masih terlihat terbuka. Saat dilihat kedalam, masih ada beberapa pekerja yang melakukan aktivitas. Beberapa anak sekolah juga masih tampak duduk-duduk diatas sepeda motornya. Sebuah alat berat tampak ditempatkan di dalam lapangan, tepatnya di sisi utara tower air.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Nugroho Agus Prastowo ketika dimintai komentarnya menyatakan, penutupan bundaran dilakukan terkait akan dimulainya pekerjaan revitalisasi di lokasi tersebut. Dengan adanya revitalisasi maka sementara waktu, kawasan bundaran simpang lima tidak bisa digunakan warga untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.
“Revitalisasi taman bundaran simpanglima mulai dikerjakan. Bagi warga yang ingin melakukan aktifitas olahraga ringan, bisa beralih ke taman kota atau di stadion dulu,” jelasnya.
Proyek revitalisasi kawasan Simpanglima dengan alokasi dana Rp 4,8 miliar. Untuk pemenang lelang pekerjaan ini adalah PT Enta dari Semarang. Proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2018.
Lebih lanjut dijelaskan, sesuai rencana yang sudah dibuat, kawasan simpanglima nantinya akan didesain dengan taman dalam, pedestrian taman, dan pembuatan drainase dengan sistem U-Ditch. Drainase akan dikerjakan lebih awal, mengingat daerah tersebut sering kali tergenangi air saat hujan deras.
Untuk menara atau tower air milik PDAM yang ada di tengah bundaran simpanglima akan tetap dipertahankan karena masih difungsikan dan sudah jadi ikon. Keberadaan menara akan dilengkapi sebuah patung Presiden RI pertama Soekarno.
“Ikon tower air tetap dipertahankan dan nanti ditambah patung Presiden Soekarno. Nantinya juga ada kolam untuk mempercantik taman dan patung tersebut,’’ tambahnya.
Dalam revitalisasi nanti, keberadaan jalur lambat dan taman median jalan akan dihilangkan sehingga menjadi satu jalur. Kawasan simpanglima juga akan ditinggikan sekitar 80 sentimeter sampai 1 meter supaya tidak ada PKL di dalamnya.
“Dengan revitalisasi ini, kita harapkan kawasan Simpang Lima nantinya bisa lebih nyaman digunakan untuk aktivitas olahraga, rekreasi, maupun edukasi bagi warga. Kawasan itu nantinya akan steril dengan kegiatan yang mendatangkan keramaian,” imbuhnya.
